Langsung ke konten utama

Wisata Kampung Jawi, Spot Kuliner Tradisional di Kota Semarang


Wisata Kampung Jawi, Spot Kuliner Tradisional di Kota Semarang - Bosan dengan wisata perkotaan? Kampung Jawi di Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah bisa menjadi pilihan untuk berlibur.


Wisata Kampung Jawi, Spot Kuliner Tradisional di Kota Semarang
Wisata Kampung Jawi, Spot Kuliner Tradisional di Kota Semarang


 

Konsep yang dibangun tradisional banget, dari makanan, bangunan, dan nuansa. Semuanya tempo dulu. Tetapi meski tempo dulu tetap menyajikan invoasi yang berbeda, salah satunya angkringan yang letaknya di pinggir kali. Dijamin healing banget deh kalau ke sini. Mau bareng saudara, pacar, keluarga, pasangan, tidak masalah.

 

Uniknya penerangan yang digunakan adalah lampu petromak, di mana jaman sekarang sudah susah kita temui. Untuk kuliner khas Jawa yang ada di kampung Jawi ini, bisa mulai dinikmati dari pukul 17.00 WIB  sampai 22:00 WIB.

 

 

Asal Muasal Kampung Jawi, Kota Semarang

 

 

Dilansir dari laman disbudpar semarangkota.go.id Kampung Jawi ini berawal dari angkringan kecil, yang ditujukan untuk masyarakat sekitar. Tempat duduk dan bangunan menggunakan bambu dan kayu, khas jaman dulu. Nuansa tempo dulu inilah yang membuat Kampung Jawi populer.

 

Penjual yang menjual makanan di sini juga menggunakan pakaian adat Jawa, tahu sendirikan khas sekali dengan jarik-an dan batik-an.

 

Jangan harap ketemu dengan lampu model jaman sekarang yang didominasi berlian, di sini justru menggunakan lampu teplok dan juga obor. Kalau liat sinetron jaman dulu Anglingdarmo gitu-gitu, ya begitulah penampakan di kampung Jawi.

 

Buat kamu yang ingin berkunjung ke sini, Lokasinya terletak di jalan Kalialang Lama, Kelurahan Sukorejo RT 02, RW 01, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.

 

 

Jajan Menggunakan Uang Kepeng

 

Untuk bisa jajan di Kampung Jawi, kita harus menggunakan uang kepeng sebagai media pembayaran.

 

Uang kepeng adalah uang yang terbuat dari kayu, dan berbentuk bundar. Uang ini hanya bisa dilakukan untuk bertransaksi di Pasar Jaten, Kampung Jawi.

 

Satu uang kepeng, bernilai dengan Rp2.000. Jadi dikalikan aja kalau mau tukar untuk berbelanja.

 

Dengan adanya Pasar Jaten di Kampung Jawi ini, otomatis pemasukan warga setempat menjadi meningkat, dan warga juga terbantu penjualannya.

 

Apa saja jajanan yang bisa dinikmati di Kampung Jawi? Ada sego pecel, getok, wedang jahe, jagung, wedang kawa, pepaya, dan jajanan jawa yang lainnya.

 

Sembari menikmati makanan tempo dulu, pengunjung juga mendapatkan hiburan musik tradisional lho. Asiknya.

 

Fasilitas yang Didapatkan di Kampung Jawi

 

Tenang, walaupun konsepnya tradisional, Kampung Jawi juga tidak lepas menyediakan fasilitan lengkap untuk pengunjungnya. Seperti mushola untuk tempat beribadah yang luas. Fasilitas yang lain antara lain adalah :

 

  • Area parkir untuk kendaraan, baik motor maupun mobil
  • Toilet yang bersih serta memadai
  • Pasar Jaten dan pusat kuliner
  • pusat penukaran uang rupiah dengan uang kepeng
  • spot foto instagramable tempo dulu
  • tempat sampah

 

 

 

Penutup

 

Dengan adanya Kampung Jawi, otomatis masyarakat tidak akan melupakan budaya yang pernah ada. Baik itu jajanan tempo dulu, musik tradisional, uang kepeng jaman dahulu, pun suasana pedesaan yang tenang.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mata Kering Jangan Disepelein, Tetesin Insto Dry Eyes

Mata Kering Jangan Disepelein, Tetesin Insto Dry Eyes -  Konon katanya, udara di Bekasi dekat perbatasan dengan Kabupaten Bekasi sangat berdebu dan kering. Ini kabar yang saya terima dari teman yang memang tinggal sejak lahir di Bekasi. Mata Kering Jangan Disepelein, Tetesin Insto Dry Eyes   Rumahnya berada di perbatasan antara kota Bekasi dengan kabupaten Bekasi. Dekat juga dengan perumahan elit yang dekat dengan pintu tol, sehingga akses yang didapat sangat mudah.   Namun, meski semua fasilitas cukup lengkap. Ditambah jarak untuk menuju ke kawasan industri MM 2100 cukup dengan menempuh jarak 20 menit saja dengan kendaraan motor. Tidak membuat kawan saya ini berbahagia.   Keluhannya yang sering saya dengar adalah kualitas udara yang kering dan seringnya anak-anak di perumahannya menderita ISPA akibat cuaca yang tidak menentu ini. Bahkan, katanya, setelah hujan mengguyur Bekasi pun seringnya udara tak terasa sejuk tapi justru hangat dan sedikit gerah.     ...

Musfendi Bangkitkan Asa Kaum Dhuafa

Musfendi Bangkitkan Asa Kaum Dhuafa - Menderita penyakit kemudian tidak bisa mendapatkan akses pelayanan kesehatan merupakan hal pilu yang banyak dirasakan oleh masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan. Ya, mahalnya biaya pengobatan seringkali memaksa orang yang tidak mempunyai uang terpaksa menghentikan pengobatannya. Musfendi Bangkitkan Asa Kaum Dhuafa   Bagaimana jika ini terjadi kepada Anda? Tentu tidak ada yang mau. Musfendi pernah mengalami kejadian serupa di masa kecilnya. Ketika anak-anak lain sedang bergembira bermain dengan teman-temannya, pria asal Aceh ini dirundung kenestapaan.   Orang tuanya menderita sakit dan harus segera mendapat pertolongan dokter. Karena tidak mempunyai biaya, orang tuanya pun menjual harta yang dimiliki. Musfendi masih beruntung karena orang tuanya mempunyai harta yang bisa digunakan untuk berobat, bagaimana dengan kaum Dhuafa yang tidak mempunyai apa-apa?     Pengalaman yang Mengetuk Hati