Langsung ke konten utama

Mata Kering Jangan Disepelein, Tetesin Insto Dry Eyes

Mata Kering Jangan Disepelein, Tetesin Insto Dry EyesKonon katanya, udara di Bekasi dekat perbatasan dengan Kabupaten Bekasi sangat berdebu dan kering. Ini kabar yang saya terima dari teman yang memang tinggal sejak lahir di Bekasi.


Mata Kering Jangan Disepelein, Tetesin Insto Dry Eyes
Mata Kering Jangan Disepelein, Tetesin Insto Dry Eyes


 

Rumahnya berada di perbatasan antara kota Bekasi dengan kabupaten Bekasi. Dekat juga dengan perumahan elit yang dekat dengan pintu tol, sehingga akses yang didapat sangat mudah.

 

Namun, meski semua fasilitas cukup lengkap. Ditambah jarak untuk menuju ke kawasan industri MM 2100 cukup dengan menempuh jarak 20 menit saja dengan kendaraan motor. Tidak membuat kawan saya ini berbahagia.

 

Keluhannya yang sering saya dengar adalah kualitas udara yang kering dan seringnya anak-anak di perumahannya menderita ISPA akibat cuaca yang tidak menentu ini. Bahkan, katanya, setelah hujan mengguyur Bekasi pun seringnya udara tak terasa sejuk tapi justru hangat dan sedikit gerah.

 

 

Polusi dan Debu Juga Bisa Memengaruhi Kesehatan

 

Pertolongan Pertama Saat Mata Kering Melanda
Pertolongan Pertama Saat Mata Kering Melanda


Faktanya, menurut website Hellosehat jika terpapar dengan udara berdebu dalam jumlah yang cukup banyak dan sering. Bisa menimbulkan masalah kesehatan seperti Infeksi Saluran Pernapasan. Mulai dari flu dan batuk bahkan disertai dengan demam.

 

Tak hanya mengganggu kesehatan pernapasan. Polusi udara dan debu juga bisa menyebabkan mata terasa kering, gatal dan lelah. Dan gangguan mata ini juga tidak bisa dianggap sepele.

 

Polusi udara di tempat tinggal teman saya ini banyak berasal dari pembakaran sampah, pekerjaan pembangunan yang tidak ada hentinya, bahkan asap dari hasil produksi karena dekat dengan kawasan industri, juga asap dari para perokok yang mendominasi di daerah teman saya ini.

 

Solusi yang diberikan oleh dokter setiap gejala ISPA ini meningkat yaitu harus menghindari lingkungan yang kurang mendukung. Otomatis harus sering-sering berada di dalam ruangan yang bersih dan terhindar dari polusi serta debu.

 

Karena Bekasi ini kota yang kata teman saya cukup bikin gerah. Mau tak mau, dia pun sering menggunakan Air Conditioning agar tidak terlalu gerah. Sebab, tidak mungkin juga membuka jendela yang memiliki potensi menjadi jalur masuk debu dari pembangunan di dekat rumahnya.

 

ISPA sembuh maka timbullah gejala lain yaitu matanya mendadak kering dan terasa berat. Seperti tiada habisnya ya problem yang dihadapi oleh teman saya ini. Meski tinggal di kota yang memiliki fasilitas publik yang lengkap, ternyata tidak membuatnya bisa menikmatinya dengan bebas, soalnya keluhannya juga sama banyaknya.

 

Pertolongan Pertama Saat Mata Kering Melanda



Insto Dry Eyes
Insto Dry Eyes Pertolongan Pertama Saat Mata Kering Melanda


 

Kadang saya kasihan sama teman saya ini, soalnya baru saja saya tanya bagaimana kabar hari ini? Terus dijawab sehat. Eh, beberapa hari kemudian, saat ditanya kemudian jawabannya sedang tidak enak badan.

 

Sepertinya untuk tinggal dan beraktivitas di kota besar itu membutuhkan tubuh yang daya tahannya cukup ya. Saya sering menasehatinya untuk menjaga gaya hidup agar tubuhnya tidak gampang sakit.

 

Untuk keluhan mata sepet, perih, lelah langsung saya rekomendasikan untuk Tetesin Insto Dry Eyes saja. Kebetulan saya pernah mengalami mata kering di rumah dan pastinya terasa tidak nyaman bahkan mata kering jangan disepele in karena bisa membuat mata kekurangan kelembapannya. #InstoDryEyes emang sebagus itu untuk mengatasi #MataKeringJanganSepelein

 

Insto Dry Eyes

 

Jadi, kenapa saya merekomendasikan insto dry eyes ini karena insto khusus dry eyes mengandung bahan aktif hydroxypropyl methylcellulose. Bahan ini ternyata berfungsi untuk melumasi mata kering.

 

Cukup dengan meneteskan insto dry eyes 1-2 tetes setiap mata dan dapat digunakan 3 kali sehari. Keluhan mata kering bisa segera teratasi.

 

Solusi yang saya berikan untuk teman saya ini ternyata bisa membantunya. Saya bersyukur banget meski tidak bisa memberi bantuan banyak untuknya. Setidaknya, dia jadi bisa tetap semangat untuk menjaga kesehatannya setiap hari. Jadi, bisa semangat bekerja dan beraktivitas juga di sana.

 

Teman-teman online juga ya, jangan lupa jaga kesehatan tubuh, kalau mata mendadak terasa kering, langsung tetesin insto dry eyes aja, ya.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wisata Kampung Jawi, Spot Kuliner Tradisional di Kota Semarang

Wisata Kampung Jawi, Spot Kuliner Tradisional di Kota Semarang - Bosan dengan wisata perkotaan? Kampung Jawi di Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah bisa menjadi pilihan untuk berlibur. Wisata Kampung Jawi, Spot Kuliner Tradisional di Kota Semarang   Konsep yang dibangun tradisional banget, dari makanan, bangunan, dan nuansa. Semuanya tempo dulu. Tetapi meski tempo dulu tetap menyajikan invoasi yang berbeda, salah satunya angkringan yang letaknya di pinggir kali. Dijamin healing banget deh kalau ke sini. Mau bareng saudara, pacar, keluarga, pasangan, tidak masalah.   Uniknya penerangan yang digunakan adalah lampu petromak, di mana jaman sekarang sudah susah kita temui. Untuk kuliner khas Jawa yang ada di kampung Jawi ini, bisa mulai dinikmati dari pukul 17.00 WIB  sampai 22:00 WIB.     Asal Muasal Kampung Jawi, Kota Semarang

Musfendi Bangkitkan Asa Kaum Dhuafa

Musfendi Bangkitkan Asa Kaum Dhuafa - Menderita penyakit kemudian tidak bisa mendapatkan akses pelayanan kesehatan merupakan hal pilu yang banyak dirasakan oleh masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan. Ya, mahalnya biaya pengobatan seringkali memaksa orang yang tidak mempunyai uang terpaksa menghentikan pengobatannya. Musfendi Bangkitkan Asa Kaum Dhuafa   Bagaimana jika ini terjadi kepada Anda? Tentu tidak ada yang mau. Musfendi pernah mengalami kejadian serupa di masa kecilnya. Ketika anak-anak lain sedang bergembira bermain dengan teman-temannya, pria asal Aceh ini dirundung kenestapaan.   Orang tuanya menderita sakit dan harus segera mendapat pertolongan dokter. Karena tidak mempunyai biaya, orang tuanya pun menjual harta yang dimiliki. Musfendi masih beruntung karena orang tuanya mempunyai harta yang bisa digunakan untuk berobat, bagaimana dengan kaum Dhuafa yang tidak mempunyai apa-apa?     Pengalaman yang Mengetuk Hati